PEMALANG, JatengSatu.TOP – Latihan mandiri yang dilakukan dua remaja anggota Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Pemalang berakhir tragis. Dua atlet dayung Pemalang tersebut diduga tenggelam saat berlatih di Sungai Laes, Desa Penggarit, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang, Sabtu 23 Mei 2026 sore.
Kedua remaja itu diketahui bernama Alfi (16) dan Alif (16), warga Desa Saradan, Dusun Kesapen, Kecamatan Pemalang.
Keduanya diketahui pergi latihan menggunakan perahu kayak di Sungai Laes, namun hingga malam hari tidak kunjung pulang ke rumah sehingga membuat keluarga panik.
Saat dilakukan pencarian pada Minggu pagi, keluarga hanya menemukan sepeda motor milik korban di dekat kawasan Benowo Park.
Selain itu, dayung milik korban juga ditemukan di area bendungan Sungapan yang lokasinya tidak jauh dari tempat latihan.
Kepala Kantor SAR Semarang Budiono mengatakan pihaknya menerima laporan terkait dugaan tenggelamnya dua atlet dayung Pemalang tersebut pada Minggu sore.
“Minggu sore ini kami menerima info ada remaja yang diduga tenggelam di Sungai Laes Desa Penggarit Kecamatan Taman, Pemalang saat berlatih dayung. Mereka berlatih dalam situasi debit sungai meninggi dan arus cukup deras akibat hujan di hulu sungai,” ujar Budiono.
Menurutnya, kondisi Sungai Laes saat kejadian memiliki arus cukup deras akibat meningkatnya debit air dari wilayah hulu.
Tim SAR gabungan kemudian diterjunkan untuk melakukan pencarian terhadap kedua remaja tersebut di sepanjang aliran sungai.
Hingga Minggu malam, dua atlet dayung Pemalang itu masih belum ditemukan dan pencarian akan kembali dilanjutkan pada hari berikutnya.




