Karhutla Mengintai Jateng, Polda Gunakan Satelit NASA untuk Memburu Titik Panas

 

Polda Jateng Andalkan Satelit NASA Buru Hotspot, Titik Panas Mulai Bermunculan Saat Kemarau

SEMARANG, JatengSatu.TOP – Polda Jawa Tengah mengandalkan citra satelit NASA untuk memburu titik panas (hotspot) yang mulai bermunculan di sejumlah daerah selama musim kemarau. Setiap hotspot yang terdeteksi langsung diverifikasi personel di lapangan sebagai langkah antisipasi agar kebakaran hutan dan lahan (karhutla) tidak berkembang menjadi lebih luas.

Strategi deteksi dini tersebut mulai diterapkan setelah dalam beberapa hari terakhir kebakaran hutan dan lahan terjadi di sejumlah wilayah Jawa Tengah, di antaranya Kabupaten Banyumas, Wonogiri, Sukoharjo, Pati, dan Grobogan.

Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Yuliyanto mengatakan, pemanfaatan citra satelit menjadi salah satu instrumen penting untuk mempercepat respons terhadap potensi kebakaran saat musim kemarau.

“Selain melakukan patroli, pemantauan hotspot berbasis data satelit juga terus dioptimalkan. Setiap titik panas yang terdeteksi segera diverifikasi oleh personel di lapangan agar kondisi sebenarnya dapat diketahui secepat mungkin. Langkah ini dilakukan untuk memastikan setiap potensi kebakaran dapat ditangani sejak dini sebelum berkembang menjadi kebakaran yang lebih besar,” kata Yuliyanto, Jumat (31/7/2026).

Salah satu daerah yang menjadi perhatian adalah Kabupaten Pati. Pada 29-30 Juli 2026, jajaran Polresta Pati menindaklanjuti sejumlah hotspot yang terdeteksi melalui citra satelit NASA dan aplikasi Sipongi di Kecamatan Kayen, Sukolilo, Pucakwangi, dan Wedarijaksa.

Hasil pemeriksaan menunjukkan sebagian besar hotspot berasal dari pembakaran sisa hasil pertanian, seperti daun tebu, batang jagung, janggel jagung, hingga semak belukar yang telah padam. Meski demikian, petugas tetap melakukan penyisiran untuk memastikan tidak ada bara api yang berpotensi memicu kebakaran.

Di Kabupaten Banyumas, petugas gabungan juga bergerak cepat memadamkan kebakaran hutan di kawasan Petak 32 Perhutani Banyumas Barat, Desa Tipar Kidul, Kecamatan Ajibarang, Kamis (30/7/2026). Berkat kolaborasi Polri, TNI, Perhutani, Forkopimcam, pemerintah desa, dan masyarakat, kobaran api berhasil dipadamkan sekitar pukul 14.02 WIB sebelum merembet ke kawasan hutan yang lebih luas.

Peristiwa serupa juga terjadi di Kabupaten Wonogiri, Sukoharjo, dan Grobogan. Seluruh kebakaran berhasil dikendalikan oleh petugas gabungan sehingga tidak menimbulkan kerusakan yang lebih besar.

Menurut Yuliyanto, sebagian besar kebakaran lahan pada musim kemarau dipicu aktivitas manusia, terutama saat membersihkan lahan dengan cara membakar sisa hasil panen.

“Musim kemarau yang disertai angin membuat api kecil dapat dengan cepat membesar dan sulit dikendalikan. Karena itu kami mengimbau masyarakat tidak membuka lahan dengan cara membakar. Apabila menemukan titik api atau kepulan asap, segera laporkan kepada kepolisian atau instansi terkait agar bisa segera ditangani,” ujarnya.

Polda Jawa Tengah memastikan patroli di kawasan hutan, lahan pertanian, dan perkebunan akan terus ditingkatkan selama musim kemarau. Koordinasi dengan BPBD, TNI, Perhutani, pemerintah daerah, dan masyarakat juga diperkuat untuk menekan risiko terjadinya karhutla di berbagai wilayah.

 

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *