Rela Urunan dan Latihan 2 Pekan, Warga Sumberejo Tampil Total di Karnaval HUT RI

Karnaval Budaya Desa Sumberejo Semarang Meriah, 8 Dusun Tampil di HUT ke-81 RI

SEMARANG, JatengSatu.TOP — Karnaval Budaya Desa Sumberejo, Kabupaten Semarang, berlangsung meriah dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Delapan dusun ambil bagian dengan menampilkan beragam kesenian dan kreativitas warga.

Arak-arakan karnaval dimulai dari Lapangan Desa Sumberejo. Seluruh peserta kemudian berjalan menuju panggung kehormatan dengan jarak sekitar 1 kilometer. Sepanjang rute, rombongan mendapat sambutan meriah dari warga yang berjejer di tepi jalan.

Meski terik matahari menyengat, semangat peserta tidak surut. Mereka tetap berjalan membawa berbagai kostum, properti, dan perlengkapan pertunjukan hingga tiba di depan panggung kehormatan.

Rela Urunan dan Latihan 2 Pekan, Warga Sumberejo Tampil Total di Karnaval HUT RI (Foto: Taufik)

Setiap kontingen kemudian tampil secara bergiliran di hadapan tamu undangan dan masyarakat. Masing-masing kontingen mendapat waktu sekitar delapan menit untuk menampilkan atraksi yang telah dipersiapkan.

Beragam pertunjukan ditampilkan dalam Karnaval Budaya Desa Sumberejo. Mulai dari tari-tarian, musik, kostum, barongsai, kisah Rama dan Sinta, hingga drumblek yang dimainkan kelompok remaja.

Salah satu kontingen datang dari Dusun Kubang. Sekitar 150 warga terlibat dalam kontingen tersebut, mulai dari anak-anak, remaja, ibu-ibu hingga bapak-bapak.

Galuh, warga Dusun Kubang, mengatakan kontingennya menampilkan sejumlah pertunjukan untuk memeriahkan Karnaval Budaya Desa Sumberejo.

“Dari kontingen Kubang kita menampilkan beberapa pertunjukan. Yang pertama ada barongsai, yang kedua ada grup ibu-ibu, kemudian ada kostum, bapak-bapak menampilkan kisah Rama dan Sinta, kemudian dari remaja sendiri ada drumblek,” kata Galuh.

Rela Urunan dan Latihan 2 Pekan, Warga Sumberejo Tampil Total di Karnaval HUT RI (Foto: Taufik)

Persiapan dilakukan sekitar dua pekan. Warga juga membuat sendiri sebagian besar properti yang digunakan dalam karnaval, sementara beberapa perlengkapan lainnya disewa.

“Untuk persiapannya kita hanya kurang lebih dua minggu saja. Untuk propertinya kita bikin sendiri, hanya beberapa saja yang sewa,” ujarnya.

Anggota DPRD Kabupaten Semarang dari Fraksi PDI Perjuangan, Agus Budiyono, mengatakan Karnaval Budaya Desa Sumberejo merupakan agenda rutin yang telah berlangsung sejak sekitar 2008. Kegiatan tersebut digelar bergantian dengan pagelaran wayang.

“Ini karnaval budaya di Desa Sumberejo agenda dua tahun sekali. Karena kita satu tahun itu karnaval, satu tahun wayangan. Itu agenda sudah berjalan,” kata Agus.

Rela Urunan dan Latihan 2 Pekan, Warga Sumberejo Tampil Total di Karnaval HUT RI (Foto: Taufik)

Menurut Agus, kemeriahan karnaval lahir dari partisipasi masyarakat. Pemerintah desa hanya memberikan stimulan, sedangkan warga secara swadaya menyiapkan pertunjukan, termasuk urunan untuk kostum, properti, dan kebutuhan lainnya.

“Pemerintah desa hanya memberikan stimulan, tapi selebihnya masyarakat ini berkreasi. Masyarakat juga rela mengeluarkan uang, urunan dan sebagainya,” ujarnya.

Antusiasme warga membuat karnaval berpotensi berlangsung hingga malam. Berdasarkan pengalaman dua tahun sebelumnya, pertunjukan bahkan berlangsung hingga sekitar pukul 23.00 WIB. Tahun ini, sejumlah penampilan juga diperkirakan membuat penonton bertahan hingga malam.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan Karnaval Budaya Desa Sumberejo. Ia menilai kegiatan tersebut mampu memperkuat persatuan, kesatuan, gotong royong, guyub, rukun dan kekompakan masyarakat.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Semarang memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas pelaksanaan Karnaval Budaya dalam rangka Hari Kemerdekaan RI yang ke-81 tingkat Desa Sumberejo,” ujar Ngesti.

Dalam kesempatan tersebut, Ngesti juga menyampaikan bahwa Pemkab Semarang tidak akan menaikkan pajak bumi dan bangunan hingga akhir masa jabatannya bersama Wakil Bupati, kecuali tanah yang berubah fungsi menjadi hotel, pabrik, kawasan pariwisata maupun tempat usaha.

“Lahan pertanian tidak akan kami naikkan sampai akhir masa jabatan nanti,” tegas Ngesti.

Ia juga meminta doa masyarakat untuk rencana kelanjutan pembangunan jalan Ujung-Ujung, Sumberejo hingga Dadapayam agar dapat segera terealisasi.

Rela Urunan dan Latihan 2 Pekan, Warga Sumberejo Tampil Total di Karnaval HUT RI (Foto: Taufik)

Karnaval Budaya Desa Sumberejo turut menggerakkan aktivitas ekonomi masyarakat. Sejumlah UMKM membuka lapak di sekitar lokasi kegiatan. Agus menyebut mayoritas pedagang berasal dari warga lokal, meski terdapat pula pedagang dari luar desa.

“Semangatnya semangat untuk ini pesta rakyat,” ujar Agus.

Wakil Ketua Gerakan Wanita Sejahtera Kabupaten Semarang, Cici Anggoro, mengaku terkesan dengan beragam penampilan warga. Ia bahkan memilih bertahan karena penasaran dengan atraksi berikutnya.

“Masih bertahan karena unik sekali. Berbagai atraksi macam-macam sangat menarik sekali. Ogah-ogahan pulang,” kata Cici.

Di sela kegiatan, Cici bersama Bupati Semarang, anggota DPRD, camat dan jajaran Forkopimcam turut melihat sekaligus membagikan sayuran kepada masyarakat.

 

 

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *