Unhas, Undip dan Unsri Kolaborasi Cegah HIV pada Remaja di Semarang, KITA SEBAYA Diluncurkan

 

Pencegahan HIV pada Remaja di Semarang Diperkuat Lewat Program KITA SEBAYA

SEMARANG, JatengSatu.TOP — Upaya pencegahan HIV pada remaja di Semarang kini diperkuat dengan pendekatan edukasi sebaya melalui Program KITA SEBAYA (Kolaborasi Inovatif, Transformasi, dan Aksi Sebaya untuk Pencegahan HIV).

Program yang digelar di SMA N 12 Semarang tersebut mendorong remaja tidak hanya menjadi penerima informasi tentang HIV, tetapi juga berperan sebagai pendidik sebaya dan agen perubahan di lingkungan mereka.

Program KITA SEBAYA digagas Universitas Hasanuddin (Unhas) sebagai ketua utama pengabdian masyarakat sekaligus inovator program, dengan melibatkan Universitas Diponegoro (Undip) dan Universitas Sriwijaya (Unsri) sebagai mitra.

Kegiatan ini merupakan bagian dari skema Pengabdian Masyarakat Kolaborasi Indonesia (PMKI) yang melibatkan 24 Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH).

KITA SEBAYA Gabungkan Pendampingan Teman Sebaya dan Platform Digital di SMAN 12 Semarang (Foto: Ist)

15 Siswa SMA N 12 Semarang Dilatih Jadi Pendidik Sebaya

Sebanyak 15 siswa anggota Pusat Informasi dan Konseling Remaja (PIK-R) SMA N 12 Semarang mengikuti pelatihan intensif sebagai pendidik sebaya untuk mendukung pencegahan HIV di kalangan remaja.

Pelatihan dirancang tidak hanya memberikan pengetahuan mengenai HIV dan kesehatan reproduksi. Para siswa juga mendapatkan keterampilan komunikasi agar mampu menyampaikan informasi kepada teman sebaya secara terbuka, persuasif, dan tanpa stigma.

Metode yang digunakan meliputi diskusi kelompok, simulasi peran, serta refleksi. Pendekatan tersebut membuat peserta tidak sekadar memahami materi, tetapi juga berlatih menghadapi situasi yang mungkin muncul ketika memberikan edukasi kepada teman-temannya.

Dosen FKM Undip sekaligus Person in Charge (PIC) Wilayah Kota Semarang, Prof. Dr. dr. Sri Achadi Nugraheni, M.Kes., mengatakan KITA SEBAYA dibangun dengan lima nilai utama, yakni kolaborasi, inovasi, transformasi, aksi, dan pendekatan sebaya.

Kolaborasi melibatkan berbagai unsur, mulai dari sekolah, puskesmas, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA), perguruan tinggi, guru, pendidik sebaya, hingga orang tua.

Sementara inovasi dilakukan melalui pemanfaatan teknologi digital untuk memperkuat edukasi pencegahan HIV pada remaja.

“Filosofi KITA SEBAYA berangkat dari keyakinan bahwa remaja memiliki potensi besar memengaruhi sebayanya melalui hubungan yang saling percaya dan mendukung. Fasilitator muda ini harus memiliki kapasitas mutlak untuk menjadi penggerak utama di lingkungan mereka,” tegas Prof. Sri Achadi.

Pencegahan HIV pada Remaja Tak Cukup dengan Edukasi Formal

Pendekatan sebaya menjadi salah satu kekuatan utama Program KITA SEBAYA. Informasi mengenai HIV disampaikan melalui komunikasi antarremaja yang dinilai lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Pendekatan ini juga diarahkan untuk menciptakan ruang komunikasi yang terbuka dan bebas stigma. Dengan hubungan yang saling percaya, remaja diharapkan lebih berani berdiskusi mengenai kesehatan reproduksi, HIV, serta perilaku yang berisiko.

KITA SEBAYA menempatkan perubahan perilaku sebagai bagian penting dari proses edukasi. Remaja terlebih dahulu dibekali pengetahuan, kemudian didorong membangun kepercayaan diri sebelum akhirnya mampu melakukan aksi nyata di lingkungannya.

KITA SEBAYA Gabungkan Pendampingan Teman Sebaya dan Platform Digital di SMAN 12 Semarang (Foto: Ist)

KITA SEBAYA Gunakan Website Edukasi Digital

Program pencegahan HIV pada remaja ini juga memanfaatkan website edukasi digital KITA SEBAYA sebagai media pembelajaran pendukung.

Platform tersebut menyediakan materi pembelajaran mandiri, video edukasi, kuis, serta sarana pemantauan dan evaluasi. Peserta dapat mengakses materi sebelum maupun setelah mengikuti pendampingan secara fleksibel.

Setelah pelatihan selesai, para pendidik sebaya akan menjalani pendampingan selama enam pekan. Mereka akan berinteraksi langsung dengan jejaring teman sebaya sekaligus memanfaatkan media digital untuk memperkuat penyebaran informasi.

Kolaborasi Unhas, Undip, dan Unsri melalui KITA SEBAYA diharapkan dapat menghasilkan model pencegahan HIV pada remaja yang berkelanjutan.

Model tersebut juga diharapkan dapat diterapkan di wilayah lain di Indonesia sehingga semakin banyak remaja memiliki pengetahuan yang benar tentang HIV, mampu berkomunikasi secara terbuka, dan ikut mendorong lingkungan yang bebas stigma.

 

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *