SRAGEN, JatengSatu.TOP — Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen di Desa Puro, Kecamatan Karangmalang, tidak hanya menghadirkan pembangunan fisik bagi masyarakat desa. Di balik aktivitas pengecoran jalan dan pembangunan fasilitas umum, tumbuh pula hubungan hangat antara prajurit TNI dan warga setempat.
Suasana penuh keakraban terlihat pada Sabtu malam (9/5/2026) di serambi Masjid Nurul Huda, Desa Puro. Usai menjalankan pekerjaan fisik TMMD seharian, anggota Satgas TMMD menghadiri pengajian bersama masyarakat desa.
Dalam suasana sederhana, para prajurit duduk lesehan berdampingan bersama warga sambil menikmati nasi bungkus daun pisang yang disiapkan masyarakat secara gotong royong.
Tak ada suasana formal ataupun sekat antara aparat dan masyarakat. Obrolan ringan, canda kecil, hingga kebersamaan saat makan bersama membuat suasana malam itu terasa begitu hangat.
Lampu sederhana masjid menjadi saksi kedekatan yang terjalin antara Satgas TMMD dan warga desa selama program berlangsung di Desa Puro.
Danton Satgas TMMD Reguler ke-128, Letda Arh Jelang, mengaku momen kebersamaan seperti itu menjadi pengalaman yang sangat berkesan selama bertugas di lokasi TMMD.
“Setiap hari warga dengan ikhlas menyiapkan makanan dan minuman untuk kami tanpa diminta. Kesederhanaan inilah yang justru menjadi kenangan paling berharga. Kami merasa benar-benar diterima sebagai bagian dari keluarga mereka,” ujar Letda Arh Jelang.
Menurutnya, TMMD bukan hanya soal membangun jalan dan fasilitas desa, tetapi juga membangun hubungan emosional antara TNI dan masyarakat melalui kebersamaan sehari-hari.
Hal serupa disampaikan tokoh masyarakat sekaligus tokoh agama Desa Puro, Muhammad Ali (55). Ia menilai kehadiran Satgas TMMD membawa suasana baru yang belum pernah dirasakan warga sebelumnya.
“Dulu kami mungkin hanya melihat bapak-bapak TNI dari jauh. Tapi sekarang kami bisa duduk bersama, bercengkerama setiap hari, bahkan makan bersama. Ini momen yang sangat langka dan membanggakan bagi masyarakat desa kami,” katanya.
Muhammad Ali mengatakan selama pelaksanaan TMMD, masyarakat bukan hanya mendapatkan manfaat pembangunan infrastruktur, tetapi juga merasakan tumbuhnya rasa persaudaraan yang kuat dengan para prajurit TNI.
“Bapak-bapak TNI sudah kami anggap keluarga sendiri. Mereka bekerja tanpa mengenal lelah demi membantu desa kami maju,” tambahnya.
Kehangatan di serambi Masjid Nurul Huda malam itu menjadi gambaran nyata kemanunggalan TNI dan rakyat yang terbangun melalui kesederhanaan dan ketulusan.
Melalui program TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen, pembangunan desa tidak hanya diwujudkan dalam bentuk fisik, tetapi juga lewat penguatan hubungan sosial, semangat gotong royong, dan rasa kebersamaan antara TNI dengan masyarakat desa.




