Hijab Bukan Penindasan, Ratusan Muslimah dan Pelajar Gelar Kampanye di Ungaran

 

“Hijab Bukan Penindasan!” Kampanye Hijab di Ungaran Diikuti Ratusan Muslimah

 

SEMARANG, JatengSatu.TOP – “Hijab bukan penindasan!” Pesan itu menggema dari kawasan Alun-Alun Bung Karno, Ungaran, Kabupaten Semarang, saat ratusan muslimah dan pelajar menggelar kampanye memperingati Hari Solidaritas Hijab Sedunia (HSHS), Minggu (6/9/2026).

Kampanye hijab di Ungaran tersebut mengusung tema “Merdeka Berhijab, Berdaulat Atas Identitas”. Peserta membawa poster dan membentangkan spanduk bertuliskan, “Hari Solidaritas Hijab Sedunia, Muslimah Berhijab, Wujud Ketaatan, Pilar Kemuliaan.”

Kegiatan digelar Pengurus Daerah Muslimat Hidayatullah (PD Mushida) Kota Semarang bersama MTs-MA Al Burhan dan sejumlah unsur pendukung, di antaranya Baitul Maal Hidayatullah (BMH), Yayasan Al Burhan, Baitul Tamwil Hidayatullah (BTH), serta Pos Dai.

Pesan utama kampanye bukan sekadar mengajak muslimah mengenakan hijab. Para peserta juga menyuarakan hak perempuan untuk menentukan pilihan atas pakaian yang dikenakannya berdasarkan keyakinan dan identitas.

“Hijab bukan simbol penindasan, melainkan bagian dari pilihan sadar seorang perempuan atas keyakinan dan identitasnya. Karena itu, pilihan tersebut selayaknya dihormati sebagaimana kita menghormati pilihan orang lain,” demikian pesan dalam orasi HSHS yang dibacakan Ailsa Zahra Nisita Bakhitah dan Muthmainnah Azizah.

Kampanye hijab di Ungaran itu sekaligus membawa isu diskriminasi terhadap perempuan berhijab. Para peserta menilai hijab tidak seharusnya menjadi alasan untuk membatasi kesempatan perempuan dalam memperoleh pendidikan, pekerjaan maupun ruang untuk berkontribusi di masyarakat.

Mereka juga menekankan bahwa pesan solidaritas tersebut tidak dimaksudkan untuk mempertentangkan perempuan berhijab dengan perempuan yang memilih tidak berhijab.

Sebaliknya, kebebasan berhijab diposisikan sebagai bagian dari penghormatan terhadap pilihan perempuan. Masyarakat diharapkan dapat menciptakan ruang sosial yang aman, bermartabat dan bebas dari prasangka.

Kehadiran pelajar MTs-MA Al Burhan menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Para pelajar ikut membawa poster, membentangkan spanduk dan menyampaikan pesan tentang penghormatan terhadap pilihan perempuan kepada masyarakat di kawasan Alun-Alun Bung Karno.

Bagi penyelenggara, Hari Solidaritas Hijab Sedunia bukan sekadar momentum tahunan. Peringatan tersebut menjadi ruang untuk mengingatkan bahwa perempuan berhijab tetap memiliki hak yang sama untuk berprestasi dan mengambil peran di tengah masyarakat.

Pesan dari kampanye hijab di Ungaran itu pun diarahkan pada satu gagasan: perempuan berhak dihormati, muslimah berhak menjalankan keyakinannya, dan pilihan berhijab tidak semestinya menjadi alasan munculnya diskriminasi.

 

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *