Misi Terakhir dr. Kariadi Sebelum Gugur Kembali Dikaji Seskoal, Berawal dari Dugaan Peracunan Air
SEMARANG, JatengSatu.TOP – Apa yang dilakukan dr. Kariadi sebelum gugur pada 14 Oktober 1945? Pertanyaan itu kembali menjadi bagian dari kajian sejarah yang dilakukan Tim Peneliti Sekolah Staf dan Komando TNI Angkatan Laut (Seskoal) di Kota Semarang. Penelitian tersebut mengulas misi terakhir dr. Kariadi saat berangkat memeriksa dugaan peracunan Reservoir Siranda, sumber air bersih utama masyarakat Semarang pada masa itu.
Penelitian bertajuk Kepemimpinan Kemanusiaan dr. Kariadi di Kota Pelabuhan: Studi Kasus Dedikasi Dokter di Tengah Konflik Maritim Pertempuran Lima Hari Semarang 1945 digelar pada Senin (6/7/2026). Tim peneliti berupaya mendokumentasikan kembali nilai pengabdian dan kepemimpinan kemanusiaan dr. Kariadi yang dinilai tetap relevan hingga kini.
Rangkaian kegiatan diawali di Markas Komando Pangkalan TNI AL (Lanal) Semarang melalui konferensi video bersama ahli waris dr. Kariadi yang diwakili cucunya, Desi Medianto.
Dalam paparannya, Desi menjelaskan bahwa pada 14 Oktober 1945, dr. Kariadi mendapat informasi mengenai dugaan peracunan Reservoir Siranda yang menjadi sumber air bersih utama masyarakat Semarang. Saat menjalankan tugas untuk memeriksa informasi tersebut, dr. Kariadi ditembak oleh tentara Jepang hingga gugur.
Peristiwa itu kemudian dikenang sebagai salah satu pemicu Pertempuran Lima Hari Semarang yang tercatat dalam sejarah perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
Dalam kesempatan tersebut, keluarga juga berharap proses pengusulan dr. Kariadi sebagai Pahlawan Nasional dapat segera terealisasi setelah seluruh persyaratan administrasi dilengkapi.
Setelah kegiatan di Lanal Semarang, tim peneliti melanjutkan pengumpulan data sejarah di RSUP dr. Kariadi Semarang. Selain meninjau monumen dr. Kariadi, rombongan juga berdiskusi dengan jajaran manajemen rumah sakit untuk memperkuat referensi mengenai dedikasi dan kepemimpinan kemanusiaan dr. Kariadi.
Audiensi dihadiri Direktur Layanan Operasional RSUP dr. Kariadi, Dr. dr. Ninung Rose Diana Kusumawati, M.Si.Med., Sp.A(K), Direktur Sumber Daya Manusia, Pendidikan, dan Penelitian Sri Utami, SKM, MARS, Manajemen Hukum dan Humas Ir. Vivi Vira Viridianti, M.Kes., DHM., M.M., serta Ketua Komite Medik dr. Najatullah, Sp.B.P.R.E.
Melalui penelitian tersebut, Seskoal berupaya mendokumentasikan kembali jejak pengabdian dr. Kariadi sebagai tenaga medis yang mengutamakan tugas kemanusiaan di tengah situasi konflik. Hasil kajian diharapkan dapat memperkaya referensi sejarah sekaligus menjadi inspirasi bagi generasi penerus.



