Saya Takut Durhaka, Teguran Petugas ATCS Semarang Ini Bikin Warganet Tersenyum

 

Viral di Semarang! Bikin Ngakak, Petugas ATCS Tegur Emak-Emak Bonceng Tiga Tanpa Helm

SEMARANG, JatengSatu.TOP – Cara petugas Area Traffic Control System (ATCS) Kota Semarang mengingatkan pelanggar lalu lintas kembali mencuri perhatian publik. Kali ini, seorang ibu yang mengendarai sepeda motor sambil membonceng dua anak tanpa mengenakan helm mendapat teguran langsung melalui pengeras suara di Simpang Indraprasta.

Peristiwa yang terekam kamera CCTV itu kemudian diunggah melalui akun Instagram @atcskotasmg dan menjadi perbincangan warganet. Bukan karena pelanggarannya semata, tetapi karena gaya komunikasi petugas yang santai, sopan, sekaligus menghibur.

Melalui pengeras suara, petugas memanggil pengendara tersebut agar lebih memperhatikan keselamatan.

“Selamat sore untuk pengguna jalan di Simpang Indraprasta. Ibu-ibu berbonceng tiga, helmnya ke mana semua? Depan sendiri, bonceng tiga, enggak pakai helm. Ayo Bu, helmnya mana, Bu? Saya mau suruh turun kok saya takut durhaka. Besok lain kali pakai helm nggih, Bu.”

Kalimat “saya takut durhaka” sontak menjadi perhatian dan mengundang senyum banyak pengguna media sosial. Meski dibalut candaan, pesan yang disampaikan tetap tegas, yakni mengingatkan pentingnya mengenakan helm, terlebih saat membawa anak-anak.

Petugas kemudian kembali mengingatkan agar pada perjalanan berikutnya seluruh penumpang menggunakan helm.

“Besok pakai helm nggih, sama adik-adiknya nggih. Terima kasih untuk pengguna jalan yang sudah tertib. Selamat melanjutkan perjalanan, semoga selamat sampai tujuan.”

Pendekatan humanis tersebut mendapat banyak apresiasi dari warganet. Mereka menilai cara seperti ini lebih mudah diterima masyarakat dibandingkan teguran bernada keras karena tetap menjaga etika sekaligus memberikan edukasi.

Di balik video yang menghibur itu, terdapat pesan penting mengenai keselamatan berlalu lintas. Mengendarai sepeda motor dengan penumpang melebihi kapasitas dan tanpa menggunakan helm dapat meningkatkan risiko cedera serius apabila terjadi kecelakaan.

ATCS Kota Semarang pun terus memanfaatkan fasilitas pengeras suara di sejumlah persimpangan sebagai sarana edukasi kepada pengguna jalan. Tidak hanya mengatur arus lalu lintas, petugas juga rutin memberikan imbauan secara langsung kepada pengendara yang melakukan pelanggaran ringan agar lebih disiplin dan mengutamakan keselamatan.

Penggunaan helm berstandar SNI, membatasi jumlah penumpang sesuai ketentuan, serta mematuhi aturan lalu lintas menjadi langkah sederhana yang dapat mengurangi risiko kecelakaan di jalan raya.

 

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *