SEMARANG, JatengSatu.TOP — Gelanggang Pacuan Kuda Tegalwaton, Kabupaten Semarang, berubah menjadi lautan manusia saat gelaran Piala Raja Mangkunegaran 2026 dan Triple Crown Serie 2 berlangsung pada Minggu, 10 Mei 2026.
Sekitar 30 ribu penonton memadati arena pacuan untuk menyaksikan Indonesia’s Horse Racing (IHR) Piala Raja Mangkunegaran & Triple Crown Serie 2 2026 yang digelar oleh SARGA.CO bersama PP PORDASI dan Pura Mangkunegaran.
Event tersebut bukan sekadar perlombaan pacuan kuda. Piala Raja Mangkunegaran 2026 tampil sebagai perpaduan olahraga, budaya Jawa, hiburan modern, hingga wisata keluarga yang menarik perhatian generasi muda.
Sejak pagi, ribuan pengunjung terlihat memadati area pacuan. Banyak di antaranya datang mengenakan kain tradisional Jawa sesuai tema budaya yang diusung dalam acara tersebut.
Sorak penonton terdengar setiap kali kuda-kuda terbaik Indonesia berpacu menuju garis finis. Di sisi lain arena, masyarakat menikmati hiburan keluarga dan pembagian es krim gratis yang menjadi bagian dari konsep sportainment event tersebut.
Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Mangkunagara X mengatakan Piala Raja Mangkunegaran 2026 memiliki makna sejarah panjang bagi Pura Mangkunegaran.
Menurutnya, hubungan Mangkunegaran dengan tradisi berkuda sudah berlangsung sejak ratusan tahun lalu.
“Karena kuda dan Mangkunegaran untuk kami sejarahnya sudah sangat panjang,” katanya.
Ia menjelaskan sejak era legiun dan kavaleri Mangkunegaran, tradisi berkuda telah menjadi bagian penting dalam sejarah kerajaan.
Bahkan kawasan Solobalapan pada masa lalu disebut pernah menjadi arena pacuan kuda sebelum dibangun stasiun kereta api.
“Dulu sendiri Mangkunegaran di dalam istananya juga menjadi arena berkuda untuk keprajuritan,” ujarnya.
Mangkunagara X mengatakan Piala Raja Mangkunegaran 2026 menjadi upaya menghidupkan kembali sejarah panjang tersebut dalam wajah baru yang lebih dekat dengan masyarakat.
“Ini sejarah yang panjang yang hari ini kita hidupkan kembali bersama dengan rekan-rekan dari Pordasi dan Sarga,” katanya.
Ia menilai event seperti ini penting untuk membangun ruang kebersamaan masyarakat.
“Kita melihat masyarakat hari ini senang berkumpul dengan keluarganya, dengan anak-anaknya, dengan teman-temannya,” ujarnya.
Dalam perlombaan utama Piala Raja Mangkunegaran 2026, kuda Princess Gavi asal Jawa Barat berhasil menjadi juara setelah memenangkan Kelas Terbuka Handicap 2.000 meter.
Sementara Saga Serumpun dari Sumatera Barat keluar sebagai juara Kelas 3 Tahun Derby 1.600 meter sekaligus menggagalkan peluang terciptanya sejarah back to back Triple Crown Indonesia oleh Maxi of Khalim.
Sebanyak 54 kuda berhasil naik podium dengan total hadiah mencapai Rp600 juta.
BHM Stable dari Kalimantan Selatan menjadi stable dengan podium terbanyak yakni tujuh podium. Disusul King Halim Stable dari Jawa Barat dengan enam podium dan Eclipse Stable dengan lima podium.
Untuk kategori joki, Jemmy Runtu, Meikel Soleran, dan Trully Pantouw menjadi joki dengan raihan podium terbanyak, masing-masing empat podium.
Managing Director SARGA Group Nugdha Achadie mengatakan konsep Piala Raja Mangkunegaran 2026 sengaja dirancang untuk menghadirkan pengalaman sportainment yang berbeda.
“Melalui IHR Piala Raja Mangkunegaran & Triple Crown Serie 2 2026 ini, kami ingin menghadirkan pacuan kuda sebagai sebuah sportainment experience yang memadukan kompetisi olahraga, nilai budaya, dan hiburan modern,” katanya.
Menurut Nugdha, olahraga berkuda memiliki potensi besar berkembang menjadi hiburan populer di Indonesia jika dikemas lebih modern dan dekat dengan generasi muda.
“Kami berharap event hari ini dapat menambah daya tarik olahraga dan budaya berkuda kepada generasi dan audiens yang lebih luas,” ujarnya.
Tema berkain yang diangkat dalam Piala Raja Mangkunegaran 2026 juga mendapat respons positif dari pengunjung.
Mangkunagara X mengatakan kain tradisional merupakan bagian dari identitas budaya Indonesia yang perlu terus diperkenalkan.
“Karena kain itu merupakan suatu bagian dari identitas kita,” katanya.
Ia mengaku banyak pengunjung yang awalnya belum pernah berkain justru merasa senang saat mengenakannya di arena pacuan.
“Ternyata kita kembali ke identitas itu sangat-sangat menyenangkan,” ujarnya.
Menurutnya, budaya harus diperkenalkan dengan cara yang menyenangkan agar lebih dekat dengan generasi muda.
“Piala Mangkunegaran ini menjadi medium untuk memperkenalkan budaya kita menjadi suatu gaya hidup di era hari ini,” katanya.
Ketua Umum PP PORDASI Aryo Djojohadikusumo menyebut Piala Raja Mangkunegaran 2026 menjadi tonggak baru dalam perkembangan pacuan kuda nasional.
“Setelah Piala Raja Hamengku Buwono yang digelar setiap tahun, hari ini secara perdana kita bisa menyelenggarakan Piala Raja Mangkunegaran,” katanya.
Aryo mengatakan PP PORDASI memiliki program memperbanyak ajang Piala Raja di berbagai daerah Indonesia.
Menurutnya, pacuan kuda Indonesia harus berkembang menjadi perpaduan olahraga, budaya, dan hiburan modern.
“Ini merupakan bagian dari program pengurus pusat Pordasi untuk memperbanyak Piala Raja,” ujarnya.
Ia juga membuka peluang penyelenggaraan event serupa dengan nuansa budaya lokal lain di berbagai daerah Indonesia.
Selain menjadi ajang olahraga, Piala Raja Mangkunegaran 2026 juga dinilai mampu menggerakkan sektor pariwisata dan ekonomi masyarakat.
Ribuan pengunjung yang datang memadati arena pacuan membuat kawasan Tegalwaton ramai sepanjang hari.
Mangkunagara X bahkan menyebut antusiasme masyarakat dalam event tersebut melampaui ekspektasi.
Ia berharap Piala Raja Mangkunegaran dapat terus berkembang pada tahun-tahun mendatang.
“Semoga hari ini bisa menjadi awal untuk perkembangan ekosistem berkuda dan budaya yang kemudian menjadi satu untuk meningkatkan kehidupan kemasyarakatan, ekonomi, dan pariwisata,” katanya.
Piala Raja Mangkunegaran 2026 sendiri menjadi seri pertama King’s Cup Series dalam kalender Indonesia’s Horse Racing 2026.
Event tersebut diikuti 147 kuda dari Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Barat, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara.
IHR Piala Raja Mangkunegaran & Triple Crown Serie 2 2026 didukung Arsari Tambang, Bank Mandiri, Japfa, Fortis, Pertamina, Aquviva, Top Coffee, Daum Crystal from Elite Grahacipta, dan Blue Blood Stable.




