Setelah 16 Kebakaran Lahan, Polda Jateng Perkuat Mitigasi Karhutla di Jawa Tengah
SEMARANG, JatengSatu.TOP – Polda Jawa Tengah memilih memperkuat pencegahan dibanding pemadaman dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat puncak musim kemarau 2026. Strategi yang disiapkan meliputi edukasi masyarakat, patroli kawasan rawan, pemantauan titik panas (hotspot), hingga penyiagaan personel dan peralatan pemadam untuk mempercepat respons saat muncul titik api.
Langkah tersebut dilakukan menyusul meningkatnya potensi kebakaran akibat cuaca panas dan kondisi lahan yang semakin kering di sejumlah wilayah Jawa Tengah. Selain itu, kecepatan angin pada musim kemarau juga berpotensi mempercepat penyebaran api sehingga kebakaran lebih sulit dikendalikan apabila tidak ditangani sejak dini.
Sebagai ujung tombak pencegahan, Polda Jateng mengoptimalkan peran Bhabinkamtibmas untuk memberikan edukasi kepada kelompok tani, pengelola kawasan hutan, hingga masyarakat yang tinggal di wilayah rawan kebakaran. Sosialisasi difokuskan pada bahaya membuka lahan dengan cara dibakar yang masih menjadi salah satu pemicu utama kebakaran lahan.
Patroli juga ditingkatkan di kawasan perkebunan, lahan kosong, dan hutan terutama pada jam-jam rawan antara pagi hingga sore hari. Langkah ini dilakukan untuk mendeteksi lebih cepat apabila muncul titik api sehingga penanganan dapat segera dilakukan sebelum kebakaran meluas.
Selain patroli lapangan, Polda Jateng memperkuat koordinasi dengan BPBD, Dinas Pemadam Kebakaran, Perhutani, dan pemerintah daerah. Kolaborasi tersebut difokuskan pada percepatan deteksi dini, penanganan kebakaran, hingga mitigasi risiko di wilayah yang memiliki kerawanan tinggi.
Tak hanya itu, personel dan peralatan pendukung pemadaman juga telah disiagakan. Kendaraan Water Cannon disiapkan sebagai dukungan pemadaman darurat di lokasi tertentu, sementara pemantauan hotspot berbasis teknologi terus dioptimalkan guna mempercepat pengambilan keputusan dan pengerahan personel di lapangan.
Di sisi lain, kepolisian memastikan akan melakukan penegakan hukum terhadap setiap kejadian kebakaran yang terbukti disebabkan unsur kesengajaan maupun kelalaian. Langkah tersebut diharapkan dapat memberikan efek jera sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di musim kemarau.
Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Artanto mengatakan, pencegahan merupakan langkah paling efektif untuk menekan risiko kebakaran hutan dan lahan.
“Memasuki puncak musim kemarau, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan. Kondisi lahan yang kering membuat api sangat mudah menyebar sehingga pencegahan menjadi langkah yang paling efektif untuk menghindari terjadinya kebakaran,” ujarnya dalam keterangan resmi di Mapolda Jateng, Senin (13/7/2026).
Berdasarkan evaluasi Polda Jateng selama periode 1 hingga 11 Juli 2026, tercatat sebanyak 16 kejadian kebakaran lahan di berbagai daerah di Jawa Tengah. Mayoritas peristiwa terjadi pada rentang pukul 09.00 hingga 16.00 WIB saat suhu udara mencapai puncaknya. Kebakaran tersebut menyebabkan kerugian materiil hingga ratusan juta rupiah dan menelan satu korban jiwa di Kabupaten Batang yang diduga dipicu aktivitas pembakaran lahan.
Artanto mengingatkan masyarakat agar tidak membuka maupun membersihkan lahan dengan cara dibakar karena api yang terlihat kecil dapat berkembang menjadi kebakaran besar.
“Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara dibakar. Api yang awalnya kecil dapat dengan cepat membesar akibat tiupan angin dan mengancam lahan pertanian, kawasan hutan, bahkan permukiman warga,” tegasnya.
Ia juga meminta masyarakat tidak membakar sampah sembarangan, tidak membuang puntung rokok di area yang dipenuhi vegetasi kering, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api kepada petugas terkait.
“Karhutla bukan hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga mengancam keselamatan jiwa, kesehatan masyarakat, serta perekonomian. Pencegahan membutuhkan kepedulian bersama. Apabila melihat adanya titik api, segera laporkan kepada petugas agar dapat ditangani secepat mungkin sebelum menimbulkan kerugian yang lebih besar,” pungkasnya.



