Sindikat Pig Butchering Solo Baru Sasar Warga Amerika, Modal Chat Romantis di Dating App

Sindikat Pig Butchering Solo Baru Sasar Warga Amerika, Modal Chat Romantis di Dating App (Foto: Ist)

SEMARANG, JatengSatu.TOP – Warga negara Amerika Serikat menjadi sasaran utama sindikat pig butchering yang dibongkar Polda Jawa Tengah di Solo Baru, Sukoharjo. Para pelaku memanfaatkan aplikasi kencan dan media sosial untuk menjaring korban melalui percakapan romantis sebelum akhirnya diarahkan ke investasi crypto palsu.

Direktur Reserse Siber Polda Jateng Kombes Pol. Himawan Sutanto Saragih mengatakan para operator bekerja layaknya customer service profesional yang bertugas membangun hubungan emosional dengan target korban.

“Para pelaku terlebih dahulu membangun kedekatan emosional dengan korban menggunakan identitas palsu dan akun media sosial fiktif,” ujarnya.

Korban biasanya diajak mengobrol setiap hari dengan topik ringan hingga persoalan pribadi. Pelaku sengaja menciptakan kesan perhatian dan peduli agar korban cepat percaya.

Setelah hubungan terasa dekat, percakapan mulai diarahkan ke pembahasan soal investasi crypto yang disebut-sebut mampu memberikan keuntungan besar dalam waktu singkat.

“Setelah korban percaya, korban diarahkan melakukan investasi pada platform trading crypto palsu yang telah dimanipulasi sehingga dana yang disetorkan sepenuhnya dikuasai jaringan pelaku,” tambah Himawan.

Polisi menyebut sindikat pig butchering Solo Baru itu menjalankan operasional secara terorganisir dari kantor berkedok perusahaan bernama PT Digi Global Konsultan.

Dalam pengungkapan kasus tersebut, petugas mengamankan 38 tersangka yang terdiri dari 27 WNI, 4 warga Myanmar dan 7 warga Nepal.

Dari hasil penyidikan sementara, kelompok tersebut diduga memperoleh keuntungan sekitar Rp41,1 miliar dari praktik investasi crypto palsu.

Jumlah target yang dibidik mencapai sekitar 5.000 orang dan sedikitnya 133 korban tercatat mengalami kerugian.

 

 

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *