SEMARANG, JatengSatu.TOP – Awalnya korban hanya diajak berkenalan lewat media sosial. Percakapan kemudian berubah semakin intens, penuh perhatian, bahkan bernuansa romantis hingga korban merasa sedang menjalin hubungan spesial. Namun di balik kedekatan itu, ternyata tersimpan jebakan penipuan online bernama pig butchering yang baru saja dibongkar Direktorat Reserse Siber Polda Jawa Tengah di Solo Baru.
Kasus ini terungkap setelah polisi menggerebek kantor berkedok perusahaan bernama PT Digi Global Konsultan di kawasan Solo Baru, Sukoharjo. Dari lokasi tersebut, polisi mengamankan 38 tersangka yang diduga menjalankan operasi penipuan lintas negara.
Direktur Reserse Siber Polda Jateng Kombes Pol. Himawan Sutanto Saragih menjelaskan, pig butchering merupakan modus penipuan dengan cara membangun hubungan emosional sebelum korban diarahkan menyetor uang ke investasi palsu.
“Para pelaku terlebih dahulu membangun kedekatan emosional dengan korban menggunakan identitas palsu dan akun media sosial fiktif. Setelah korban percaya, korban diarahkan melakukan investasi pada platform trading crypto palsu yang telah dimanipulasi sehingga dana yang disetorkan sepenuhnya dikuasai jaringan pelaku,” ujar Himawan Sutanto Saragih, Jumat (22/5).
Istilah pig butchering sendiri diambil dari cara pelaku “menggemukkan” korban secara perlahan. Korban dibuat nyaman, percaya, bahkan merasa dicintai sebelum akhirnya diminta mengirim uang dalam jumlah besar.
Dalam praktiknya, pelaku tidak langsung menawarkan investasi. Mereka lebih dulu membangun komunikasi rutin selama berminggu-minggu agar korban merasa memiliki hubungan personal.
Setelah hubungan emosional terbentuk, korban mulai diarahkan mencoba investasi crypto dengan janji keuntungan besar dan cepat.
“Modus ini sangat terstruktur dan memanfaatkan sisi psikologis korban. Korban dibuat merasa memiliki hubungan personal sehingga tanpa sadar melakukan transfer dana secara bertahap dalam jumlah besar,” tambah Himawan.
Polisi mengungkap sindikat pig butchering Solo Baru itu diduga memperoleh keuntungan sekitar Rp41,1 miliar sejak Juli 2025 hingga Mei 2026.




