Kabar Terbaru Bayi Ditinggal di Kereta Sancaka, Wakil Wali Kota Solo Beri Nama Penuh Harapan

 

Bayi Ditinggal di Kereta Sancaka Kini Bernama Bayu Nawasena Bhayangkara, Ini Makna di Baliknya

SURAKARTA, JatengSatu.TOP – Bayi laki-laki yang ditemukan terlantar di Kereta Sancaka jurusan Yogyakarta–Solo kini memiliki nama. Bayi yang ditinggal di Kereta Sancaka itu diberi nama Bayu Nawasena Bhayangkara oleh Wakil Wali Kota Surakarta, Astrid Widayani, saat menjenguknya di RS Bhayangkara Tk. IV Surakarta, Senin (6/7/2026).

Pemberian nama tersebut menjadi babak baru dalam penanganan kasus bayi yang sempat mengundang perhatian publik setelah ditemukan tanpa pendamping di dalam kereta. Hingga kini, bayi tersebut masih menjalani perawatan medis dan mendapat pendampingan dari Polresta Surakarta bersama Pemerintah Kota Surakarta.

Kunjungan ke rumah sakit juga dihadiri Karumkit Bhayangkara Tk. IV Surakarta Kompol dr. Arif Tria Novianto, Sp.THT-BKL, FICS, Kasat Res PPA dan PPO Polresta Surakarta Kompol Ratna, serta Kapolsek Banjarsari Kompol Harno.

Selain memastikan kondisi kesehatan bayi, rombongan juga memberikan dukungan moril dan memastikan seluruh kebutuhan bayi tetap terpenuhi.

Bayu Nawasena Bhayangkara, Nama dengan Doa dan Harapan

Astrid Widayani menjelaskan, nama Bayu Nawasena Bhayangkara dipilih bukan tanpa alasan. Setiap kata memiliki filosofi dan harapan bagi kehidupan sang bayi.

Kata Bayu melambangkan unsur kehidupan yang terus mengalir, sebagai simbol perjalanan hidup yang diharapkan membawa sang bayi menuju masa depan yang lebih baik.

Sementara Nawasena dimaknai sebagai harapan baru sekaligus cita-cita akan kehidupan yang cerah.

Adapun Bhayangkara disematkan sebagai bentuk penghormatan atas perhatian dan perlindungan yang diberikan jajaran Polri sejak bayi tersebut ditemukan.

Melalui nama tersebut, Pemerintah Kota Surakarta berharap bayi itu tumbuh sehat, memperoleh kasih sayang, dan kelak memiliki kehidupan yang lebih baik.

Polisi Pastikan Perlindungan Bayi

Kapolresta Surakarta Kombes Pol. Catur Cahyono Wibowo melalui Kasihumas AKP Lingga Ramadhani menegaskan bahwa kepolisian terus mengawal penanganan bayi yang ditinggal di Kereta Sancaka.

Menurutnya, Polresta Surakarta berkomitmen memastikan seluruh hak anak terpenuhi melalui pendampingan yang dilakukan Satreskrim Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), bekerja sama dengan pemerintah daerah, rumah sakit, dan instansi terkait.

“Polresta Surakarta berkomitmen memberikan perlindungan maksimal terhadap anak. Melalui Sat PPA, kami terus melakukan pendampingan, berkoordinasi dengan pemerintah daerah, rumah sakit, serta instansi terkait agar seluruh hak-hak bayi ini dapat terpenuhi dengan baik, baik dari sisi kesehatan maupun perlindungan hukumnya,” ujar AKP Lingga.

Ia menegaskan, perlindungan terhadap anak menjadi prioritas, terutama bagi bayi yang membutuhkan penanganan khusus sejak awal ditemukan.

Masih Menjalani Perawatan

Saat ini bayi yang ditinggal di Kereta Sancaka masih menjalani perawatan di RS Bhayangkara Tk. IV Surakarta di bawah pengawasan tenaga medis.

Selain memastikan kondisi kesehatan bayi terus membaik, Polresta Surakarta bersama Pemerintah Kota Surakarta juga melanjutkan koordinasi terkait perlindungan sosial dan proses hukum yang masih berjalan.

Melalui kolaborasi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan tenaga kesehatan, diharapkan seluruh hak bayi dapat dipenuhi secara maksimal sehingga ia dapat tumbuh dalam lingkungan yang aman, sehat, dan penuh kasih sayang.

 

 

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *