Ayah Mozza Menangis: Pulang Ya Kak, di Luar Ngeri

 

Setahun Mozza Hilang, Ayah Menangis Sampaikan Pesan: “Pulang Ya Kak, di Luar Ngeri”

SEMARANG, JatengSatu.TOP – Genap satu tahun Mozza Axillia Gunarsa (18) menghilang tanpa jejak. Di tengah penantian yang tak kunjung usai, ayahnya, Singgih (42), akhirnya tak mampu lagi menyembunyikan kesedihan. Dengan mata berkaca-kaca dan suara bergetar, ia hanya memiliki satu permintaan kepada putri sulungnya, yakni pulang ke rumah.

Bagi Singgih, rumah masih menjadi tempat paling aman bagi Mozza. Karena itu, ia berharap putrinya dapat mendengar pesan yang disampaikan dengan penuh harap tersebut.

“Kak… pulang ya, Kak. Kasihan keluargamu. Di luar ngeri, Kak. Kakak belum siap kalau di luar sendiri. Kasihan adik, mama sama ayahmu,” ucap Singgih sambil menahan tangis.

Kalimat itu bukan sekadar ungkapan rindu, tetapi jeritan hati seorang ayah yang selama setahun terakhir terus berusaha mencari keberadaan anaknya ke berbagai daerah tanpa pernah kehilangan harapan.

Ayah Mozza Menangis, Kenang Janji Selalu Menemani Putrinya

Di sela-sela tangisnya, Singgih mengingat kembali kedekatannya dengan Mozza. Ia mengatakan sejak dulu selalu berusaha hadir dalam setiap langkah putrinya dan siap menemaninya ke mana pun.

“Dari awal kita memang sudah berjanji untuk bersama-sama toh, Kak? Mau ke mana pun pergi ayah siap nemenin. Ayah bakal ngelepas kamu kalau memang sudah waktunya. Tapi bukan saat ini,” katanya.

Menurut Singgih, keluarga tidak pernah berhenti menunggu kepulangan Mozza. Tidak ada kemarahan, yang ada hanyalah kerinduan agar keluarga mereka bisa kembali utuh seperti dulu.

Impian Kuliah di Undip Masih Menunggu

Dalam pesannya, Singgih juga mengingatkan Mozza pada cita-citanya yang sempat tercapai sebelum menghilang, yakni diterima di Universitas Diponegoro (Undip) pada Program Studi Administrasi Bisnis.

Ia berharap impian tersebut masih bisa diwujudkan apabila Mozza kembali ke rumah.

“Yang pasti hari ini, saat ini yang kamu butuhkan hanya sekolah. Sesuai apa yang kamu inginkan. Kamu pengin di Undip, pengin ambil Administrasi Bisnis. Dan itu sudah kamu dapatkan.”

Dengan suara yang semakin lirih, Singgih kembali mengulang permintaannya.

“Tolonglah, Kak. Pulang. Pulang, Kak.”

Setahun Mencari, Harapan Tak Pernah Padam

Selama satu tahun terakhir, keluarga mengaku terus berupaya mencari keberadaan Mozza. Berbagai informasi dari masyarakat selalu ditindaklanjuti, termasuk mendatangi sejumlah lokasi yang diduga pernah disinggahi putrinya.

Mengetahui Mozza memiliki hobi mendaki gunung, Singgih bahkan mendatangi sejumlah basecamp pendakian di Jawa Tengah hingga Jawa Timur, termasuk kawasan Gunung Merbabu dan Gunung Bromo. Namun hingga kini, seluruh pencarian itu belum membuahkan hasil.

Meski demikian, ia memilih tetap percaya putrinya masih dalam keadaan baik.

“Ayah Yakin Kamu Masih Anak yang Saleh”

Di mata Singgih, Mozza merupakan sosok anak yang sederhana, bertanggung jawab, dan tidak pernah merepotkan orang tua. Ia juga dikenal rajin beribadah serta kerap membantu kegiatan di musala bersama sang ayah.

“Saya tidak pernah menuntut anak saya harus ranking satu atau harus jadi apa. Saya hanya minta ngajinya sama salatnya jangan ditinggalkan.”

Kenangan itu membuat Singgih tetap yakin putrinya belum berubah.

“Ayah cuma pengin Kakak kayak dulu, anak yang saleh. Saya yakin Kakak masih baik sampai saat ini. Cuma berada di lingkungan yang salah.”

Di penghujung pesannya, Singgih kembali memohon agar Mozza segera pulang. Bukan untuk dimarahi, melainkan agar keluarga yang telah menunggu selama setahun bisa kembali berkumpul dan melanjutkan kehidupan yang sempat terhenti sejak kepergian putri mereka.

 

 

 

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *