SEMARANG, JatengSatu.TOP – Cuaca Semarang hari ini, Jumat (29/5/2026), diprakirakan didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan sejak pagi sampai malam hari. Pada pagi ini, suhu udara di Kota Semarang tercatat 22 derajat Celsius dengan kondisi berawan tebal.
Kelembapan udara mencapai 93 persen dengan kecepatan angin sekitar 2,6 kilometer per jam yang bertiup dari arah timur laut. Sementara itu, jarak pandang dilaporkan kurang dari enam kilometer akibat kondisi udara yang cukup lembap pada pagi hari.
Berdasarkan prakiraan cuaca per jam, kondisi cerah mulai terlihat sejak pukul 07.00 WIB. Suhu udara pada pagi hari berada di kisaran 23 hingga 26 derajat Celsius dengan kelembapan udara perlahan menurun.
Memasuki pukul 10.00 WIB hingga siang hari, suhu udara diperkirakan meningkat cukup signifikan. Pada pukul 12.00 WIB, suhu diprakirakan mencapai 29 derajat Celsius dengan kelembapan turun hingga sekitar 55 persen.
Cuaca Semarang hari ini pada siang hingga sore diprediksi cerah berawan. Angin bertiup dari arah tenggara hingga selatan dengan kecepatan berkisar 6 sampai 8 kilometer per jam.
Menjelang sore sekitar pukul 15.00 WIB, kondisi cuaca berubah menjadi berawan dengan suhu udara turun ke angka 26 derajat Celsius. Memasuki malam hari, cuaca kembali cenderung cerah dengan suhu berkisar 22 hingga 24 derajat Celsius.
Kondisi kelembapan udara kembali meningkat pada malam hingga dini hari. Bahkan pada pukul 01.00 WIB hingga 04.00 WIB, kelembapan diprakirakan berada di atas 95 persen dengan suhu turun hingga 19 derajat Celsius.
Untuk beberapa hari ke depan, cuaca di Kota Semarang diprakirakan masih didominasi kondisi berawan dan cerah berawan. Pada Sabtu (30/5/2026), suhu udara diprediksi berada di kisaran 20 hingga 28 derajat Celsius.
Sementara pada Minggu (31/5/2026), cuaca cenderung berawan sejak pagi hingga malam. Awal Juni 2026 juga diprediksi masih menghadirkan kombinasi cuaca cerah, berawan, hingga kabut atau udara kabur pada dini hari.
Warga yang hendak beraktivitas di pagi hari diimbau tetap berhati-hati karena kondisi udara lembap dan jarak pandang yang terbatas dapat memengaruhi perjalanan, terutama bagi pengendara roda dua maupun roda empat.




