Indosat Catat Pendapatan Rp30,7 Triliun, Sekaligus Respons Aturan Baru Kuota Internet Tak Hangus

Indosat Respons Putusan MK Soal Kuota Internet Tak Hangus, Siapkan Lebih Banyak Opsi Rollover untuk Pelanggan

SURABAYA, JatengSatu.TOP – PT Indosat Tbk (Indosat Ooredoo Hutchison/IOH) merespons putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang menyatakan sisa kuota internet pelanggan tidak boleh hangus setelah masa aktif berakhir. Operator telekomunikasi tersebut menegaskan telah memiliki fitur rollover kuota dan berkomitmen memperluas pilihan layanan agar pelanggan semakin leluasa menggunakan kuota yang dibeli.

Direktur dan Chief Legal and Regulatory Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Reski Damayanti, mengatakan perusahaan saat ini telah menyediakan opsi fleksibilitas kuota melalui sejumlah produk yang memungkinkan pelanggan mengakumulasi atau memperpanjang masa berlaku kuota.

“Apabila kita melihat putusan MK, diminta adanya opsi. Saat ini sebenarnya Indosat sendiri sudah menyediakan opsi fleksibilitas dalam salah satu produknya, yakni melalui fitur rollover ataupun akumulasi kuota,” ujar Reski Damayanti di Surabaya, Selasa (28/7/2026).

Menurutnya, Indosat akan terus mengembangkan variasi layanan agar pelanggan memiliki lebih banyak pilihan paket sesuai kebutuhan.

“Ke depannya tentunya kami akan memperluas variasi dan juga transparansi opsi layanan agar pelanggan bisa memilih paket yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka. Ini sejalan dengan semangat customer love yang terus kami tingkatkan sehingga kebutuhan pelanggan dapat terus terpenuhi,” katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan menyusul Putusan Nomor 273/PUU-XXIII/2025 yang mewajibkan operator telekomunikasi menjamin sisa kuota internet pelanggan tetap dapat digunakan hingga habis tanpa dikenai biaya tambahan meski masa aktif paket telah berakhir.

Pendapatan Indosat Tumbuh 13,1 Persen

Di tengah perkembangan regulasi tersebut, Indosat juga mengumumkan kinerja keuangan yang positif sepanjang semester pertama 2026.

Perseroan membukukan pendapatan sebesar Rp30,7 triliun atau tumbuh 13,1 persen secara tahunan (year on year/YoY). EBITDA meningkat 14 persen menjadi Rp14,6 triliun dengan margin EBITDA mencapai 47,6 persen.

Sementara itu, laba bersih yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk yang dinormalisasi melonjak 49,2 persen menjadi Rp3,2 triliun. Peningkatan tersebut didukung pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, efisiensi operasional, dan pengelolaan biaya yang lebih disiplin.

President Director and Chief Executive Officer Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, mengatakan transformasi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) menjadi pendorong utama pertumbuhan perusahaan.

“AI North Star kami mendorong pertumbuhan nilai jangka panjang dengan mentransformasi Indosat dari penyedia konektivitas menjadi perusahaan teknologi berbasis AI. Pertumbuhan double digit yang kami capai menjadi bukti bahwa strategi ini berjalan dengan baik sekaligus memperkuat fondasi transformasi kami,” ujar Vikram.

Sepanjang semester pertama 2026, trafik data Indosat meningkat 19,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Average Revenue Per User (ARPU) juga naik 17,3 persen menjadi Rp46 ribu, sementara jumlah pelanggan seluler mencapai 93,4 juta.

Perluas Infrastruktur dan AI Cloud

Untuk memperkuat pertumbuhan jangka panjang, Indosat terus memperbesar investasi di sektor infrastruktur digital dan kecerdasan buatan.

Salah satunya melalui pembentukan PT Infra Fiber Teknologi (IFT) bersama Arsari Group dengan pengalihan pengelolaan lebih dari 86 ribu kilometer jaringan serat optik nasional. Langkah tersebut menghasilkan dana sekitar Rp11,7 triliun sekaligus memperkuat strategi bisnis berbasis asset-light.

Indosat juga mencatat pertumbuhan signifikan pada bisnis AI Cloud. Selama semester pertama 2026, lini bisnis tersebut menghasilkan pendapatan sebesar US$33 juta, melampaui total pendapatan sepanjang 2025 yang mencapai US$28 juta.

Di sisi jaringan, perusahaan memperoleh tambahan spektrum frekuensi 80 MHz pada pita 700 MHz dan 2,6 GHz untuk meningkatkan kapasitas jaringan serta mempercepat pengembangan layanan Indosat 5G, termasuk Fixed Wireless Access (FWA).

Trafik Data di Jawa Tengah Naik 10,4 Persen

Secara regional, Indosat Region Jawa Tengah dan DIY tetap menjadi salah satu penyumbang terbesar kinerja nasional.

Executive Vice President Head of Circle Java Indosat Ooredoo Hutchison, Fahd Yudhanegoro, mengungkapkan trafik data di wilayah Jawa Tengah dan DIY meningkat 10,4 persen secara tahunan sepanjang semester pertama 2026.

Wilayah tersebut juga menjadi basis pelanggan terbesar Indosat secara nasional. Untuk mendukung pertumbuhan kebutuhan digital masyarakat, perusahaan memperkuat jaringan melalui hampir 28.000 BTS 4G dan lebih dari 830 BTS 5G.

Tak hanya memperluas jaringan, Indosat juga menjalankan program “Desa Terkoneksi” dengan menyasar sekitar 300 desa di Jawa Tengah dan DIY. Melalui program tersebut, perusahaan menghadirkan edukasi digital sekaligus memberdayakan outlet-outlet di desa untuk mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.

Menurut Fahd, strategi tersebut merupakan bagian dari misi “Lebih Baik Indosat”, yakni menghadirkan manfaat teknologi digital yang tidak hanya memperkuat konektivitas, tetapi juga memberikan dampak nyata bagi masyarakat dan pelaku usaha di daerah.

 

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *