Senyum Sugeng Mengembang, Bantuan Modal Usaha Jaran Kepang Jadi Harapan Baru Penyandang Disabilitas Kabupaten Semarang
SEMARANG, JatengSatu.TOP – Senyum tak lepas dari wajah Sugeng saat menerima bantuan modal usaha dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang, Rabu (29/7/2026). Dengan bertumpu pada kruk untuk menopang tubuhnya, penyandang disabilitas asal Kelurahan Pandean, Kecamatan Ambarawa, itu membawa pulang harapan baru untuk mengembangkan usaha pembuatan jaran kepang yang telah digelutinya selama bertahun-tahun.
Sugeng menjadi satu dari 20 penerima bantuan Usaha Ekonomi Produktif (UEP) yang disalurkan kepada warga Kabupaten Semarang. Bantuan tersebut akan digunakannya untuk membeli kompresor, cat, dan bambu sebagai bahan baku produksi jaran kepang.
“Saya mau beli kompresor, cat sama bambu,” ujar Sugeng singkat.
Selama ini, Sugeng membuat jaran kepang seorang diri di rumahnya. Dalam sehari, ia mampu menyelesaikan sekitar dua unit. Sementara untuk produksi dalam jumlah besar, seperti 50 buah, pengerjaannya membutuhkan waktu sekitar satu bulan.
Usaha tersebut dirintis dengan modal sekitar Rp300 ribu. Kini hasil karyanya tak hanya digunakan kelompok kesenian, tetapi juga diminati sebagai mainan anak-anak.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Semarang, Istichomah, mengatakan bantuan tersebut merupakan program Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang diusulkan Pemerintah Kabupaten Semarang setelah melalui proses verifikasi lapangan.
“Tahun ini ada 18 Kelompok Usaha Bersama (KUBE) yang masing-masing menerima bantuan Rp20 juta. Selain itu ada 20 penerima Usaha Ekonomi Produktif (UEP) yang masing-masing memperoleh Rp2,5 juta,” jelasnya.
Menurut Istichomah, mayoritas penerima UEP merupakan penyandang disabilitas yang telah memiliki usaha namun belum pernah menerima bantuan sosial lain seperti PKH maupun BPNT. Mereka juga berasal dari kelompok masyarakat desil satu hingga empat.
Sebelum diusulkan sebagai penerima bantuan, Dinas Sosial melakukan pengecekan langsung terhadap usaha yang dijalankan agar bantuan benar-benar tepat sasaran.
“Harapan kami penyandang disabilitas bisa benar-benar berdaya dan setara. Mereka memiliki usaha, mampu menghidupi dirinya sendiri, mengembangkan usahanya, sehingga tidak bergantung kepada orang lain maupun pemerintah,” katanya.
Ia menjelaskan, Kabupaten Semarang saat ini memiliki lebih dari 100 penyandang disabilitas yang menjalankan usaha secara mandiri. Namun keterbatasan anggaran membuat belum seluruhnya bisa memperoleh bantuan modal.
Selain Sugeng, bantuan juga diterima Mukholil, penyandang disabilitas asal Desa Wonokerto, Kecamatan Bancak, yang menekuni usaha anyaman rotan sejak tahun 2000. Selama ini ia membuat berbagai produk mebel berbahan rotan seorang diri dan memasarkan hasil produksinya hingga secara daring.
Mukholil mengaku bantuan tersebut akan dimanfaatkan sepenuhnya untuk menambah modal usaha agar produksi dapat terus berkembang.
Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengapresiasi perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terhadap pelaku usaha kecil, khususnya penyandang disabilitas.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Bapak Gubernur Jawa Tengah yang telah mengalokasikan bantuan untuk KUBE dan Usaha Ekonomi Produktif di Kabupaten Semarang,” ujarnya.
Menurut Ngesti, bantuan tersebut menyasar beragam jenis usaha, mulai dari peternakan ayam pedaging dan petelur, warung, industri makanan ringan, hingga kerajinan jaran kepang.
“Ini sangat kreatif, terutama untuk warga kita yang disabilitas. Semoga usahanya berkembang. Kami berpesan agar bantuan ini benar-benar dimanfaatkan untuk usaha, jangan digunakan untuk kepentingan yang tidak produktif,” tegasnya.
Ia berharap tambahan modal tersebut mampu meningkatkan pendapatan para penerima manfaat sekaligus mendorong lahirnya lebih banyak pelaku usaha mandiri di Kabupaten Semarang.



