Setahun Mozza Hilang, Curhat Sang Adik Bikin Haru: Kakak Cepat Pulang, Aku Kangen Peluk Lagi

Curahan Hati Adik Mozza Gunarsa: Kangen Tidur, Jajan, dan Peluk Kakak Lagi

 

SEMARANG, JatengSatu.TOP – Sudah satu tahun kursi di samping tempat tidur Orlin kosong. Tak ada lagi sosok kakak yang menemaninya berbincang sebelum tidur, mengajaknya jajan, atau sekadar bercanda di rumah. Sejak Mozza Axillia Gunarsa (18) dilaporkan hilang pada 25 Juni 2025, kerinduan itu tak pernah benar-benar hilang dari hati sang adik.

Bagi Orlin, waktu seolah berhenti. Harapannya sederhana, hanya ingin Mozza kembali pulang dan keluarga mereka utuh seperti dahulu.

Dengan suara bergetar, Orlin menyampaikan doa yang selalu dipanjatkannya untuk sang kakak.

“Kakak sehat-sehat ya, biar cepat pulang. Biar bisa kumpul sama Ayah sama Mama, terus bisa pergi bareng lagi.”

Tak ada keinginan muluk dari bocah itu. Ia hanya ingin mengulang kebiasaan-kebiasaan sederhana yang dulu selalu dilakukan bersama kakaknya.

“Aku kangen bisa satu rumah lagi, bisa jajan lagi sama Kakak, pergi bareng lagi, sama tidur lagi sama Kakak.”

Kini, setiap malam Orlin harus tidur sendiri. Kebiasaan yang dulu terasa biasa, kini justru menjadi hal yang paling ia rindukan.

Saat diminta menyampaikan pesan jika suatu saat Mozza bisa mendengarnya, Orlin tak mampu menyembunyikan rasa sayangnya.

“Aku sayang sama Kakak. Aku sayang banget sama Kakak. Aku pengen peluk Kakak lagi.”

Kalimat terakhir yang keluar dari bibirnya terdengar begitu sederhana, namun menyimpan harapan besar yang masih dijaga keluarga hingga hari ini.

“Cepat pulang ya, Kak. Aku berharap Kakak cepat pulang, biar aku bisa sama Kakak lagi.”

Di tengah penantian keluarga yang tak kunjung berakhir, penyelidikan kasus hilangnya Mozza masih terus dilakukan Satreskrim Polres Semarang.

Kasatreskrim Polres Semarang AKP Bodia Teja Lelana mengungkapkan, hasil penyelidikan menemukan fakta bahwa alasan Mozza berpamitan kepada orang tuanya untuk mengantarkan laptop milik seorang teman ternyata tidak sesuai dengan hasil penelusuran polisi.

Sebelum menghilang, Mozza diketahui mengirim pesan WhatsApp kepada orang tuanya sekitar pukul 10.00 WIB. Dalam pesan tersebut, ia berpamitan hendak menemui seorang teman di kawasan Makodam Semarang.

Namun, setelah polisi meminta keterangan kepada teman yang dimaksud, informasi tersebut tidak terbukti.

“Kami tidak bisa berasumsi terkait motif dari yang bersangkutan. Berdasarkan informasi awal, yang bersangkutan sempat berpamitan hendak ke rumah temannya karena mengaku sudah memiliki janji. Namun setelah kami lakukan penelusuran, temannya mengaku tidak pernah memiliki janji dengan yang bersangkutan,” ujar Bodia.

Menurutnya, hingga kini polisi belum dapat menyimpulkan penyebab hilangnya Mozza. Seluruh kemungkinan masih didalami berdasarkan alat bukti dan keterangan para saksi.

“Sampai saat ini yang bersangkutan belum ditemukan. Kasus ini masih dalam tahap penyelidikan,” katanya.

Dalam penyelidikan tersebut, polisi telah menemukan telepon seluler milik Mozza yang sebelumnya diduga dibuang. Barang bukti itu menjadi salah satu petunjuk penting dalam penelusuran jejak Mozza.

Penanganan perkara ini juga mendapat dukungan Direktorat Reserse Kriminal Umum, Direktorat Reserse Siber, serta Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak dan Pemberantasan Perdagangan Orang (Ditres PPA-PPO) Polda Jawa Tengah. Polisi bahkan telah melakukan pencarian hingga ke Jawa Timur bersama ayah Mozza, Singgih.

Berdasarkan data kepolisian, saat meninggalkan rumah Mozza mengenakan baju putih lengan panjang, hijab, sandal krem merek Reebok, serta mengendarai sepeda motor Honda Vario 125 hitam bernomor polisi H 5344 ALC tanpa membawa STNK.

Setahun telah berlalu tanpa kabar pasti. Di sisi lain, penyelidikan masih terus berjalan. Sementara bagi Orlin, waktu seolah hanya menyisakan satu doa yang terus diulang setiap hari: semoga kakaknya pulang dengan selamat agar ia bisa memeluknya lagi.

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *