PEMALANG, JatengSatu.TOP – Derasnya arus Sungai Laes diduga menjadi penyebab hilangnya dua atlet dayung Pemalang saat menjalani latihan mandiri di wilayah Desa Penggarit, Kecamatan Taman, Kabupaten Pemalang.
Kedua remaja tersebut diketahui berlatih menggunakan perahu kayak pada Sabtu sore, 23 Mei 2026.
Kepala Kantor SAR Semarang Budiono menjelaskan, saat kejadian debit air Sungai Laes sedang meningkat akibat hujan di wilayah hulu sungai.
“Minggu sore ini kami menerima info ada remaja yang diduga tenggelam di Sungai Laes Desa Penggarit Kecamatan Taman, Pemalang saat berlatih dayung. Mereka berlatih dalam situasi debit sungai meninggi dan arus cukup deras akibat hujan di hulu sungai,” kata Budiono.
Ia menduga perahu kayak yang digunakan dua atlet dayung Pemalang itu terbalik saat melawan derasnya arus sungai.
“Diduga perahu kayak yang dipakai buat berlatih terbalik dan mereka tercebur sungai dan terseret arus hingga tenggelam dan hilang,” imbuhnya.
Keluarga korban yang khawatir karena keduanya tak kunjung pulang kemudian melakukan pencarian di sekitar Sungai Laes.
Mereka menemukan sepeda motor korban di dekat area Benowo Park dan dayung di bendungan Sungapan.
Tim SAR gabungan kemudian melakukan penyisiran di sejumlah titik sungai untuk mencari keberadaan kedua remaja tersebut.
Namun hingga malam hari, dua atlet dayung Pemalang itu masih belum berhasil ditemukan.




