Benarkah AI Center di Bali Menyedot Air? Ini Penjelasan Biznet
SEMARANG, JatengSatu.TOP – Isu mengenai pembangunan pusat data kecerdasan buatan (AI Center) di Bali yang dikabarkan menyedot air bersih dalam jumlah besar mendapat tanggapan langsung dari pihak Biznet. Menegaskan komitmennya terhadap kelestarian lingkungan, Biznet memastikan teknologi yang digunakan tidak membuang air, melainkan memutarnya kembali dalam sistem tertutup.
Pertanyaan mengenai konsumsi air ini mencuat di tengah masifnya pembangunan infrastruktur digital, khususnya AI-Ready Data Center yang membutuhkan daya komputasi dan pendinginan ekstra. Menanggapi hal tersebut, ASM Territory I1 Biznet, Ageng Prastya, memberikan analogi sederhana agar masyarakat mudah memahaminya.
Jadi di tempat kami ini sudah menggunakan teknologi DLC, yaitu Direct Liquid Cooling, yang mana lebih ramah lingkungan serta efisiensi untuk listriknya. Jadi bukan berarti air diambil terus dibuang, tidak. Kalau Bapak pengin tahu kondisinya itu hampir mirip dengan radiator mobil. Muter. Jadi penggunaan liquid atau pendingin yang digunakan itu tidak terbuang. Jadi diputer terus, jelas Ageng saat ditemui di Semarang, Kamis (22/10/2026).
Bali Dipilih karena Tren Work From Bali
Selain menepis isu penyedotan air, Ageng juga membeberkan alasan strategis di balik pemilihan Bali sebagai lokasi AI Center pertama Biznet. Menurutnya, Bali bukan sekadar destinasi wisata, melainkan pusat pertumbuhan ekonomi digital yang sangat pesat.
Untuk yang pertama, Bali ini merupakan salah satu fokus untuk pengembangan layanan ekspansi jaringan kami. Karena lebih dari 200.000 home pass tersebar di 268 kelurahan. Sedangkan saat ini di Bali sedang ada tren Work From Bali. Jadi orang lebih nyaman untuk kerja di Bali, ujarnya.
Infrastruktur ini dirancang untuk menjawab tantangan masa depan. Berdasarkan rilis resmi Biznet, AI Center di Bali dilengkapi kapasitas listrik hingga 145 kW per rak dan laboratorium pengembangan AI. President Director Biznet, Adi Kusma, menyebut bahwa kebutuhan digital saat ini tidak lagi sekadar konektivitas, tetapi juga kapasitas komputasi besar.
Terus Perluas Jaringan di Jawa Tengah
Meski AI Center menjadi sorotan, Biznet tidak melupakan pemerataan jaringan di tingkat daerah. Ageng menegaskan komitmen perusahaannya untuk terus mengikis kesenjangan digital (gap digital), khususnya di Jawa Tengah. Saat ini, layanan Biznet di Kota Semarang telah menjangkau lebih dari 71.000 home pass dan melayani sekitar 13.700 pelanggan sektor perumahan.
Tantangan ke depan adalah area-area yang masih belum kita expand, akan kita expand supaya lebih masif lagi. Yang jelas kita harus mengikis gap digital di masyarakat. Mereka yang mau berlangganan tapi belum bisa karena area belum ter-cover, sebisa mungkin kita cover, tegas Ageng.
Wilayah dengan pengguna terbanyak saat ini terpusat di area Semarang Teknik Sayur dan Tembalang. Ke depan, Biznet menyasar kawasan Bumi Serpong Damai (BSD) Semarang, mulai dari kawasan industri, pasar modern, hingga perumahan seperti Beranda Bali dan Kedung Vana.
Inovasi untuk Pelanggan
Sebagai bagian dari perayaan 26 tahun Biznet, berbagai inovasi dan apresiasi disiapkan bagi pelanggan. Salah satunya adalah peningkatan kapasitas bandwidth hingga 100 Mbps selama satu bulan tanpa tambahan biaya untuk pelanggan Biznet Home pada Oktober 2026. Ada juga program Biznet Prize Vaganza dengan hadiah menarik, hingga gratis biaya instalasi senilai Rp500.000 khusus bulan ini.
Melalui program-program kami yang bermanfaat bagi customer, kami pastikan Biznet semakin eksis dan memberikan impact yang lebih baik lagi ke masyarakat, pungkas Ageng.



