Sibuk Pimpin TMMD 129, Dansatgas Ketut Hendra Beri Teladan soal Salat

 

Sibuk Kejar Target TMMD 129, Dansatgas Ketut Hendra Tetap Prioritaskan Salat

PURWOREJO, JatengSatu.TOP – Di tengah kesibukan mengejar target TMMD Reguler ke-129 Kodim 0708/Purworejo, Letkol Inf Ketut Hendra Budihardja tidak membiarkan kewajiban salat lima waktu terlewat.

Dansatgas TMMD tersebut menyempatkan diri melaksanakan salat di Musala Al Ikhlas, Dusun Suruan, Desa Watuduwur, Kecamatan Bruno, Kabupaten Purworejo, Senin (27/7/2026).

Momen itu berlangsung di sela aktivitas Ketut Hendra meninjau dan mengoordinasikan pelaksanaan program TMMD. Berbagai kegiatan pembangunan terus berjalan, tetapi ketika waktu ibadah tiba, ia menyempatkan diri untuk salat bersama masyarakat.

Bagi Ketut Hendra, kesibukan menjalankan tugas bukan alasan untuk mengesampingkan kewajiban sebagai umat Muslim. Ia menilai salat tetap harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari aktivitas seorang prajurit.

“Sholat merupakan kewajiban yang tidak boleh ditinggalkan dalam kondisi apa pun. Di tengah kesibukan melaksanakan program TMMD, kita harus tetap menyempatkan diri untuk beribadah sebagai bentuk rasa syukur dan memohon kelancaran serta keselamatan dalam setiap pelaksanaan tugas,” ujarnya.

Kehadiran Ketut Hendra di Musala Al Ikhlas juga memperlihatkan sisi lain dari pelaksanaan TMMD di Watuduwur. Dansatgas tidak hanya bertemu warga ketika meninjau pekerjaan atau mengoordinasikan pembangunan, tetapi juga berbaur dalam kegiatan keagamaan.

Menurutnya, pengabdian seorang prajurit kepada bangsa dan negara harus berjalan seiring dengan kewajiban kepada Tuhan Yang Maha Esa. Karena itu, ia berharap anggota Satgas TMMD tetap menjaga ibadah meski aktivitas di lapangan cukup padat.

“Sesibuk apa pun tugas yang diemban, seorang prajurit TNI harus tetap menjaga hubungan yang baik dengan Allah SWT melalui pelaksanaan ibadah wajib,” katanya.

Pesan tersebut menjadi bagian dari keteladanan yang ditunjukkan Ketut Hendra selama menjalankan tugas sebagai Dansatgas. Di satu sisi, ia dituntut memastikan pelaksanaan TMMD berjalan sesuai target. Di sisi lain, ia tetap memberikan ruang bagi kewajiban pribadi yang tidak boleh ditinggalkan.

Pelaksanaan TMMD pun menjadi lebih dari sekadar pekerjaan fisik. Kebersamaan antara TNI dan masyarakat terbangun dalam berbagai aktivitas, termasuk saat beribadah bersama di lingkungan warga.

Bagi masyarakat Watuduwur, kehadiran prajurit di tengah mereka tidak hanya terlihat saat pengecoran jalan atau kegiatan pembangunan lainnya. Para anggota Satgas juga hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat selama program TMMD berlangsung.

Dari pekerjaan lapangan hingga musala, kedekatan TNI dengan warga terus terbangun. Sementara bagi Ketut Hendra, ada pesan sederhana yang ingin ditunjukkan kepada anggotanya: target TMMD harus dituntaskan, tetapi salat tetap menjadi kewajiban yang tidak boleh dikalahkan oleh kesibukan.

About The Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *