MELAKA, JatengSatu.TOP — Perguruan tinggi Indonesia terus menunjukkan komitmennya dalam memperluas jejaring akademik internasional melalui kegiatan Academic Mobility ke-3 yang digelar di Malaysia pada 10–13 Mei 2026.
Kegiatan Academic Mobility ke-3 menjadi forum strategis untuk memperkuat kolaborasi pendidikan tinggi Indonesia dengan berbagai institusi internasional sekaligus meningkatkan kontribusi akademik di tingkat global.
Program tersebut melibatkan 37 perguruan tinggi Indonesia yang terdiri dari kampus negeri maupun swasta dari berbagai daerah di Indonesia.
Sebanyak 17 peserta berasal dari perguruan tinggi negeri, sedangkan 51 peserta lainnya merupakan perwakilan dari perguruan tinggi swasta.
Academic Mobility ke-3 dipimpin oleh Prof. Usep Suhud bersama tim yang terdiri atas Fismayatni Cholifah dan Rissa Hanny.
Dari Kota Semarang, sejumlah kampus turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut, yakni Universitas Telogorejo Semarang, Universitas Diponegoro, Universitas Ivet, dan Universitas Wahid Hasyim.
Partisipasi perguruan tinggi dari Semarang tersebut mencerminkan komitmen aktif dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi Indonesia.
Mengusung semangat “Menyatukan semangat, ilmu, dan jejaring akademik menuju panggung internasional”, Academic Mobility ke-3 diarahkan untuk memperkuat sinergi multidisipliner antarperguruan tinggi.
Selain membangun kolaborasi akademik global, kegiatan ini juga diharapkan mampu menghadirkan kontribusi nyata pendidikan tinggi Indonesia bagi masyarakat internasional.
Salah satu agenda utama dalam Academic Mobility ke-3 adalah kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat atau Community Service yang dilaksanakan di ITC Muslimat NU Malaysia dan Sekolah Rendah Islam I Musleh Melaka.
Kegiatan tersebut menjadi implementasi Tridarma Perguruan Tinggi dalam konteks internasional, khususnya pada aspek pengabdian kepada masyarakat.
Selain agenda pengabdian masyarakat, peserta Academic Mobility ke-3 juga memperkuat kerja sama kelembagaan melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU), Memorandum of Agreement (MoA), dan Letter of Intent (LoI).
Kerja sama tersebut dijalin dengan sejumlah perguruan tinggi di Malaysia seperti INTI International University, Universiti Teknikal Malaysia Melaka, dan Universiti Utara Malaysia.
Melalui kerja sama tersebut, perguruan tinggi Indonesia diharapkan dapat memperluas peluang pertukaran mahasiswa, pertukaran dosen, penelitian bersama, publikasi ilmiah internasional, hingga pengembangan program akademik lintas negara.
Academic Mobility ke-3 juga menjadi momentum penting dalam memperkuat reputasi akademik perguruan tinggi Indonesia di tingkat internasional.
Dengan kolaborasi dan jejaring global yang semakin luas, kampus Indonesia diharapkan mampu tampil lebih aktif dalam menghadapi persaingan pendidikan tinggi dunia sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat internasional.




