SRAGEN, JatengSatu.TOP — Program TMMD Reguler ke-128 Kodim 0725/Sragen terus mempercepat pembangunan jalan desa sepanjang 1.100 meter.
Memasuki hari ke-20 pelaksanaan TMMD, progres pengecoran jalan telah mencapai sekitar 80 persen.
Salah satu yang menarik perhatian warga dalam pengerjaan tersebut adalah hadirnya alat berat mini bernama Baby Rolly.
Pemadatan dilakukan setelah penimbunan material tanah berbatu di lokasi pembangunan.
Langkah tersebut diperlukan karena posisi jalan sebelumnya sejajar dengan area persawahan sehingga mudah tergenang air saat hujan turun.
Kondisi jalan yang becek membuat akses warga sering terganggu, terutama saat melintas menggunakan kendaraan roda dua maupun saat mengangkut hasil pertanian.
Melalui penimbunan dan pemadatan, badan jalan dibuat lebih tinggi agar lebih kuat dan tidak mudah rusak.
Baby Rolly menjadi solusi cepat bagi Satgas TMMD untuk mengejar target penyelesaian pembangunan tepat waktu.
Serda Ari Wibowo yang menjadi operator alat tersebut mengatakan proses pemadatan menjadi tahapan penting sebelum jalan dicor.
Menurutnya, badan jalan harus benar-benar rata dan padat agar hasil pengecoran lebih maksimal dan tahan lama.
“Tujuan pengerjaan pengerasan dan meratakan jalan tersebut untuk memaksimalkan badan jalan yang masih belum terisi oleh material tanah berbatu, sehingga saat dicor tidak gampang rusak dan badan jalan juga semakin tinggi serta kuat,” ujar Serda Ari Wibowo, Senin (11/5/2026).
Aktivitas Baby Rolly di tengah area persawahan juga menarik perhatian warga sekitar yang melihat langsung proses pembangunan jalan desa tersebut.
Meski berukuran kecil, alat berat mini itu mampu membantu pekerjaan Satgas TMMD menjadi lebih cepat dan efisien.
Pembangunan jalan melalui program TMMD diharapkan mampu memperlancar mobilitas warga sekaligus meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat pedesaan.
Akses yang lebih baik nantinya akan mempermudah warga membawa hasil pertanian, mencari pakan ternak, hingga menunjang aktivitas sehari-hari saat musim hujan tiba.




