Diterpa Angin Kencang, Api Porprov Jateng di Tangan Atlet 16 Tahun Tetap Menyala
SEMARANG, JatengSatu.TOP – Api obor Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jateng 2026 bukan sekadar nyala biasa. Bagi Yuwono Ekky Sulistyo Alfaridzi, bara api yang dibawanya dari Mrapen itu adalah simbol perjuangan. Di usianya yang masih 16 tahun, atlet bola voli indoor Kota Semarang ini ditunjuk menjadi pengawal api dalam kirab yang melintasi berbagai daerah.
Rombongan pembawa obor tiba di Kabupaten Semarang pada Senin (26/10/2026). Setelah singgah di Kantor DPRD Kabupaten Semarang, Alfa sapaan akrabnya, bersiap berlari menuju Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang. Sepanjang perjalanan, ratusan siswa dari berbagai sekolah berjajar di tepi jalan, menyambut dengan penuh semangat.
Bagi Alfa, sambutan hangat dari warga dan pelajar tersebut menjadi pengalaman yang tidak akan pernah ia lupakan. Ini merupakan kali pertamanya dipercaya membawa obor dalam rangkaian kirab yang dimulai dari Mrapen, Kabupaten Grobogan.
“Hal yang tidak terlupakan di jalan itu sambutan dari warga kabupaten/kota yang kami datangi,” ungkap Alfa usai penyerahan obor.
Di balik euforia kirab, Alfa menyimpan cerita menegangkan. Tantangan terbesarnya bukanlah kelelahan fisik, melainkan upaya keras menjaga api agar tidak padam. Ia harus berlari melawan terpaan angin kencang yang siap mematikan nyala obor.
“Tantangannya biar apinya nggak mati. Tantangannya juga angin. Tadi sempet mati pas habis pengambilan api di Mrapen,” bebernya.
Meski sempat menghadapi insiden api padam di awal perjalanan, semangat Alfa tak surut. Ia bersama rombongan terus melanjutkan perjalanan panjang dari Mrapen ke Kabupaten Demak, Kota Salatiga, hingga akhirnya tiba di Kabupaten Semarang.
“Pengalaman pertama. Tadi ikut dari Mrapen, ambil api pertama kali. Terus ke Demak, kemudian ke Salatiga, lalu Kabupaten Semarang,” sebutnya.
Setibanya di Pendopo, Alfa menyerahkan obor kepada Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga (Dispora) Kota Salatiga, Budi Prasetiyono. Obor tersebut kemudian diestafetkan kepada Bupati Semarang, Ngesti Nugraha, sebagai simbol diterimanya api Porprov di Bumi Serasi.
Ngesti menyampaikan bahwa penyerahan obor ini merupakan bagian dari rangkaian Torch Relay Porprov Jateng 2026. Ia mengapresiasi tinggi perjuangan para atlet yang terlibat, dan menilai momen ini sebagai sarana mempererat persaudaraan antardaerah.
“Sore ini ada acara penyerahan obor dalam rangka Porprov Jateng 2026. Ini dari Kota Salatiga, kami menerima. Nanti diserahkan ke Kendal,” jelas Ngesti.
Usai diterima Bupati, obor kembali dilanjutkan perjalanannya. Kali ini, Ngesti menyerahkannya kepada Ivana Trisurya, atlet termuda Kabupaten Semarang, sebelum akhirnya dibawa menuju Kabupaten Kendal dan berakhir di Kota Semarang.
Sebagai tuan rumah, Kabupaten Semarang tidak hanya berfokus pada kesuksesan acara. Target tinggi telah dipancangkan. Ketua KONI Kabupaten Semarang, Dody Prasetyo, menargetkan kontingennya meraih 30 medali emas, 25 perak, dan 25 perunggu untuk menembus posisi tujuh besar.
Hingga saat ini, Kontingen Kabupaten Semarang telah menunjukkan tajinya dengan meraih dua emas dari cabor hapkido dan arung jeram, dua perak dari hapkido dan arung jeram, serta tiga perunggu dari hapkido dan muay thai.
“Alhamdulillah, arung jeram nomor R6 Putra mendapatkan emas,” tuturnya.


