PATI, JatengSatu.TOP – Gelombang massa nelayan yang datang ke pusat Kota Pati untuk menyampaikan aspirasi disambut dengan cara berbeda. Bukan dengan barikade tegang, melainkan dengan senyum ramah para polisi wanita (polwan) yang langsung menyapa, bahkan mengajak selfie.
Sejak awal kedatangan massa aksi, tim negosiator Polresta Pati sudah bergerak aktif membangun komunikasi dengan pendekatan yang humanis dan persuasif.
Di tengah terik matahari, para polwan terlihat mendekati peserta aksi, menyapa dengan hangat, hingga mengajak berbincang santai. Suasana yang semula tegang perlahan mencair.
Tak hanya itu, para petugas juga membagikan air mineral kepada massa sebagai bentuk kepedulian terhadap kondisi di lapangan.
Tindakan sederhana tersebut justru mendapat respons positif dari para nelayan. Mereka merasa dihargai dan diperlakukan dengan baik saat menyampaikan aspirasi.
Momen menarik pun terjadi ketika beberapa peserta aksi dan polwan terlihat berfoto bersama. Senyum lepas menghiasi wajah keduanya, menciptakan suasana yang jauh dari kesan konfrontatif.
Interaksi ini menjadi gambaran bahwa pendekatan humanis mampu menciptakan hubungan yang lebih harmonis antara aparat dan masyarakat.
Tim negosiator memang memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas selama aksi berlangsung. Mereka tidak hanya bertugas mengamankan, tetapi juga menjadi jembatan komunikasi agar aspirasi dapat tersampaikan dengan tertib.
Pendekatan melalui senyum, sapa, dan komunikasi santun terus dilakukan sepanjang kegiatan, sehingga situasi tetap terkendali tanpa gesekan berarti.
Sejumlah peserta aksi mengaku nyaman dengan sikap aparat yang dinilai tidak kaku dan tidak menimbulkan tekanan.
Bagi mereka, pendekatan seperti ini membuat aksi berjalan lebih damai dan terarah.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol. Artanto menegaskan bahwa pendekatan humanis memang menjadi strategi utama dalam pengamanan aksi unjuk rasa.
“Tim negosiator telah dilatih untuk membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat. Pendekatan humanis yang dilakukan bertujuan menciptakan suasana kondusif sehingga penyampaian aspirasi dapat berlangsung tertib dan damai,” ujar Kombes Pol. Artanto, Senin (4/5/2026).
Menurutnya, keberhasilan pengamanan tidak hanya diukur dari tidak adanya gangguan keamanan, tetapi juga dari terbangunnya kepercayaan antara aparat dan masyarakat.
Dengan komunikasi yang baik, aparat diharapkan mampu menjaga situasi tetap aman sekaligus menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan pendapat.
“Dengan komunikasi yang baik dan sikap humanis, kami berharap kegiatan penyampaian aspirasi dapat berjalan lancar serta mencerminkan kedewasaan dalam berdemokrasi,” pungkasnya.




